PROFIL
PLN
Profil
Perusahaan
Visi & Misi
Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas
Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada
Potensi Insani.
Misi
·
Menjalankan
bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan
pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
·
Menjadikan
tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
·
Mengupayakan
agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
·
Menjalankan
kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
Moto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih
Baik
Sejarah
Berawal di akhir abad ke 19,
perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa
perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh
mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.
Antara tahun 1942-1945 terjadi
peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang,
setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali
terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada
Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui
delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI
Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan
perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27
Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen
Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar
157,5 MW.
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan
Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik
Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada
tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu
Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara
dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan
Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan
sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha
Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan
umum.
Seiring dengan kebijakan Pemerintah
yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis
penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan
Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam
menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.
LAMPIRAN
LAPORAN KEUANGAN PLN TAHUN 2008-2012
ANALISIS KEUANGAN PT PERUSAHAAN
LISTRIK NEGARA TAHUN 2012
RATIO
|
METODE PERHITUNGAN
|
INTERPRETASI
|
1.
LIKUIDITAS
v
NET WORKING CAPITAL
|
aktifa lancar – utang lancar =
68.639.956 – 74.602.903= -5.962.947
|
|
v CURRENT RATIO
|
aktifa lancar : utang lancar =
68.693.956 : 74.602.903 = 0,92
|
Setiap Rp 1,00 utang lancar dijamin
oleh Rp 0,92 aktifa lancar
|
1.
UTANG
v
DEBT RATIO
|
total utang : total aktifa =
309.106.094 : 540.705.764 = 0,72 /
72,15%
|
72,15% total aktifa dibiayai utang
|
v THE DEBT EQUITY RATIO
|
utang jangka panjang : modal sendiri=
315.503.191: 150.505.026 = 2,09
/210%
|
Ratio sebesar 210% berarti
perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri adalah 210% :
100%
|
v THE DEBT TO TOTAL CAPITALIZATION
|
utang jangka panjang : (utang jangka panjang+ modal sendiri)
315.503.191 : ( 315.503.191+
150.505.026)= 0,6770 /67,7%
|
Ratio sebesar 67,7% menunjukkan
bahwa dari keseluruhan modal jangka panjang sebesar 67,7% terdiri dari utang
jangka panjang
|
v TIME INTEREST EARNED
|
laba operasi : beban bunga per tahun =
|
Hal ini menunjukkan bahwa dengan
laba operasi yang dicapai perusahaan mampu membayar baban bunga sebanyak 4,30
kali
|
v TOTAL DEBT COVERAGE
|
|
|
2.
PROFITABILITAS
v
GROS PROFIT
MARGIN
|
laba kotor : penjualan
29.541.006 : 232.656.456 = 0,1269 /
12,69%
|
Ratio sebesar 12,69% berarti jumlah
laba kotor adalah sebesar 12,69% dari volume penjualan
|
v OPERATING PROFIT MARGIN
|
laba operasi : penjualan =
1.031.728 : 232.656.456 = 0,0044
|
Ratio sebesar 0% menujukkan bahwa
laba operasi adalah sebesar 0% dari volume penjualan
|
v NET PROFIT MARGIN
|
laba bersih sesudah pajak : penjualan =
3.205.524 : 232.656.456 = 0,0137 /
1%
|
Ratio sebesar 1% berarti bahwa laba
bersih sesudah pajak yang dicapai adalah sebesar 1% dari volume penjualan
|
v TOTAL ASSEST TURN OVER
|
penjualan : total
aktifa =
232.656.456 : 540.705.764 = 0,4302
|
Ratio sebesar 0,43 berarti bahwa
penjualan yang dihasilkan hanya sebesar 0,43 dari total aktiva
|
v RETURN OF INVESTMENT (ROI)
|
laba bersih sesudah pajak : total
aktifa=
3.205.524 : 540.705.764 = 0,0059/
1%
|
Ratio sebesr 1% berarti bahwa
penghasilan bersih yang diperoleh adalah sebesar 1% dari total aktiva
|
v RETURN ON EQUITY (REO)
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
3.205.524 : 150.505.026 = 0,0212
|
Ratio sebesar 2,1%menunjukkan bahwa
tingkat return yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang
diinvestasikan adalah sebesar 2,1%
|
v RETURN ON COMMON STOK
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
3.205.524 : 150.505.026 = 0,0212
|
Ratio sebesar 2,1% menunjukkan
bahwa tingkat penghasilan bagi pemegang saham biasa adalah sebesar 2,1%
|
v EARNING PER SHARE
|
(laba bersih sesudah pajak –
defiden saham preferen) : jumlah lembar saham biasa yang beredar=
3,205.524 : 63 = 50,88
|
EPS sebesar Rp 50,88 berarti bahwa
pendapatan per lembar saham bisa yang beredar adalah Rp 50,88
|
v DEVIDEN PER SHARE
|
deviden saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
51 : 63 = 0,8095
|
Deviden sebesar 0,8095 menunjukkan
jumlah yang didistribusikan untuk setiap lembar saham biasa
|
v BOOK VALUE PER SHARE
|
jumlah modal saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
46.197.380 :63 = 733, 291,75
|
Nilai sebesar Rp733.291,75 berarti
harga buku per lembar saham biasa yang beredar adalah Rp733.291,75
|
ANALISIS KEUANGAN PT PERUSAHAAN
LISTRIK NEGARA TAHUN 2011
RATIO
|
METODE PERHITUNGAN
|
INTERPRETASI
|
2.
LIKUIDITAS
v
NET WORKING CAPITAL
|
aktifa lancar – utang lancar =
58.525.342 – 62.918.962 =
- 4393620
|
|
v CURRENT RATIO
|
aktifa lancar : utang lancar =
58.525.342 : 62.918.962 =
0, 9301701767
|
Setiap Rp 1,00 utang lancar dijamin
oleh Rp 0,930 aktifa lancar
|
3.
UTANG
v
DEBT RATIO
|
total utang : total aktifa =
271.169.696 : 426.518.863 =
0,6357742166
|
63.5% total aktifa dibiayai utang
|
v THE DEBT EQUITY RATIO
|
utang jangka panjang : modal sendiri=
208.250.734 : 155.252.776 = 1,3413656062
|
Ratio sebesar 134,1% berarti
perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri adalah 134,1 %
: 100%
|
v THE DEBT TO TOTAL CAPITALIZATION
|
utang jangka panjang : (utang jangka panjang+ modal sendiri) = 208.250.734 : (208.250.734 + 155.252.734) =
0,5728988919
|
Ratio sebesar 57,2% menunjukkan bahwa dari keseluruhan modal
jangka panjang sebesar 57,2% terdiri dari utang jangka panjang
|
v TIME INTEREST EARNED
|
laba operasi : beban bunga per tahun =
7.872.410 : 1.827.426 = 4,3079227285
|
Hal ini menunjukkan bahwa dengan
laba operasi yang dicapai perusahaan mampu membayar baban bunga sebanyak 4,30
kali
|
v TOTAL DEBT COVERAGE
|
|
|
4.
PROFITABILITAS
v
GROS PROFIT
MARGIN
|
laba kotor : penjualan
14.620.524 : 208.017.823 =
0,0702849582
|
Ratio sebesar 7,02% berarti jumlah
laba kotor adalah sebesar 7,02% dari volume penjualan
|
v OPERATING PROFIT MARGIN
|
laba operasi : penjualan =
7.872.410 : 208.017.823 =
0,0378448822
|
Ratio sebesar 3,78% menujukkan
bahwa laba operasi adalah sebesar 3,78% dari volume penjualan
|
v NET PROFIT MARGIN
|
laba bersih sesudah pajak : penjualan =
7.193.626 : 208.017.823 = 0,0345817772
|
Ratio sebesar 3,45% berarti bahwa
laba bersih sesudah pajak yang dicapai adalah sebesar 3,45% dari volume
penjualan
|
v TOTAL ASSEST TURN OVER
|
penjualan : total
aktifa =
208.017.823 : 426.518.863 =
0,4877107229
|
Ratio sebesar 0,487 berarti bahwa
penjualan yang dihasilkan hanya sebesar 0,478 dari total aktiva
|
v RETURN OF INVESTMENT (ROI)
|
laba bersih sesudah pajak : total
aktifa=
7.193.626 : 426.518.863
=0,0168659035
|
Ratio sebesr 1,68% berarti bahwa
penghasilan bersih yang diperoleh adalah sebesar 1,68% dari total aktiva
|
v RETURN ON EQUITY (REO)
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
7.193.626 : 155.252.776 =
0,0463349267
|
Ratio sebesar 4,63% menunjukkan
bahwa tingkat return yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang
diinvestasikan adalah sebesar 4,63%
|
v RETURN ON COMMON STOK
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
7.193.626 : 155.252.776 =
0,0463349267
|
Ratio sebesar 4,63 menunjukkan
bahwa tingkat penghasilan bagi pemegang saham biasa adalah sebesar 4,63%
|
v EARNING PER SHARE
|
(laba bersih sesudah pajak –
defiden saham preferen) : jumlah lembar saham biasa yang beredar=
(7.193.626 – 0) : 63 = 114184,53968
|
EPS sebesar Rp 114.184,53 berarti
bahwa pendapatan per lembar saham bisa yang beredar adalah Rp 114.184,53
|
v DEVIDEN PER SHARE
|
deviden saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
4.545.000: 63 = 72.142,86
|
Deviden sebesar 0,793 menunjukkan
jumlah yang didistribusikan untuk setiap lembar saham biasa
|
v BOOK VALUE PER SHARE
|
jumlah modal saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
46.197.380 :63 = 733291,74603
|
Nilai sebesar Rp733.291,74 berarti
harga buku per lembar saham biasa yang beredar adalah Rp733.291,74
|
ANALISIS KEUANGAN PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA TAHUN 2010
RATIO
|
METODE PERHITUNGAN
|
INTERPRETASI
|
3.
LIKUIDITAS
v
NET WORKING CAPITAL
|
aktifa lancar – utang lancar =
45.143.194 – 55.319.746 = (10,176,552)
|
|
v CURRENT RATIO
|
aktifa lancar : utang lancar =
45,143,194
55,319,746
= 0.816041238
|
Setiap Rp 1,00 utang lancar dijamin
oleh Rp 0,8106 aktifa lancar
|
5.
UTANG
v
DEBT RATIO
|
total utang : total aktifa =
219,974,922
369,560,490
= 0.595233874
|
59,5% total aktifa dibiayai utang
|
v THE DEBT EQUITY RATIO
|
utang jangka panjang : modal sendiri=
164,655,176
149,585,568
= 1.100742392
|
Ratio sebesar 110,1% berarti
perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri adalah 110,1 %
: 100%
|
v THE DEBT TO TOTAL CAPITALIZATION
|
utang jangka panjang : (utang jangka panjang+ modal sendiri) =
164,655,176
164,655,176
+ 149,585,568 = 0,52397780728
|
Ratio sebesar 52,3% menunjukkan bahwa dari keseluruhan modal
jangka panjang sebesar 52,3% terdiri dari utang jangka panjang
|
v TIME INTEREST EARNED
|
laba operasi : beban bunga per tahun =
11,399,860
(6,010,896)
= -1.896532564
|
Hal ini menunjukkan bahwa dengan
laba operasi yang dicapai perusahaan mampu membayar baban bunga sebanyak 1,89
kali
|
v TOTAL DEBT COVERAGE
|
|
|
6.
PROFITABILITAS
v
GROS PROFIT
MARGIN
|
laba kotor : penjualan
13,267,223
162,375,294
= 0.081707153
|
Ratio sebesar 8,02% berarti jumlah
laba kotor adalah sebesar 8,02% dari volume penjualan
|
v OPERATING PROFIT MARGIN
|
laba operasi : penjualan =
11,399,860
162,375,294
= 0.070206863
|
Ratio sebesar 3,78% menujukkan
bahwa laba operasi adalah sebesar 3,78% dari volume penjualan
|
v NET PROFIT MARGIN
|
laba bersih sesudah pajak : penjualan =
10,086,686
162,375,294
= 0.062119586
|
Ratio sebesar 6,21% berarti bahwa
laba bersih sesudah pajak yang dicapai adalah sebesar 6,21% dari volume
penjualan
|
v TOTAL ASSEST TURN OVER
|
penjualan : total
aktifa =
162,375,294
369,560,490
= 0.439374063
|
Ratio sebesar 0,439 berarti bahwa
penjualan yang dihasilkan hanya sebesar 0,439 dari total aktiva
|
v RETURN OF INVESTMENT (ROI)
|
laba bersih sesudah pajak : total
aktifa=
10,086,686
369,560,490
= 0.027293735
|
Ratio sebesr 2,72% berarti bahwa
penghasilan bersih yang diperoleh adalah sebesar 2,72% dari total aktiva
|
v RETURN ON EQUITY (REO)
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
10,086,686
149,585,568
= 0.067430877
|
Ratio sebesar 4,63% menunjukkan
bahwa tingkat return yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang
diinvestasikan adalah sebesar 6,74%
|
v RETURN ON COMMON STOK
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
10,086,686
149,585,568
=0.067430877
|
Ratio sebesar 6,74 menunjukkan
bahwa tingkat penghasilan bagi pemegang saham biasa adalah sebesar 6,74%
|
v EARNING PER SHARE
|
(laba bersih sesudah pajak –
defiden saham preferen) : jumlah lembar saham biasa yang beredar=
10,086,686
63 =160,106.13
|
EPS sebesar Rp 160,106.13berarti
bahwa pendapatan per lembar saham bisa yang beredar adalah Rp 160,106.13
|
v DEVIDEN PER SHARE
|
deviden saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
4,000,000
63 =63,492.06
|
Deviden sebesar 63,492.06
menunjukkan jumlah
yang didistribusikan untuk setiap lembar saham biasa
|
v BOOK VALUE PER SHARE
|
jumlah modal saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
149,585,568
63 =2374374.095
|
Nilai sebesar Rp2374374.095
berarti harga buku per lembar saham biasa
yang beredar adalah Rp 2374374.095
|
ANALISIS KEUANGAN PT PERUSAHAAN
LISTRIK NEGARA TAHUN 2009
Ratio
|
Metode perhitungan
|
Interpretasi
|
Likuiditas :
1. Net
working capital
2. Current
Ratio
Utang :
1. Debt
ratio atau ratio total utang
2. The
debt-equity ratio atau ratio utang jangka panjang dengan modal sendiri
3. The
debt total capitalization atau ratio utang jangka panjang dengan modal jangka
panjang
Tingkat kemampuan membayar kewajiban finansial yang bersifat tetap.
1. Time
interest earned
Profitabilitas :
1. Gross
profit margin
2. Operating
profit margin
3. Net
profit margin
4. Total
assets turn over
5. Return
on investment (ROI)
6. Return
on equity (ROE) ada beberapa cara menghitung ROE. Salah satu caranya :
7. Return
on coomon stock
8. Earning
per share (EPS)
9. Deviden
per share
10. Nilai
buku per lembar saham biasa
|
![]()
Aktiva lancar – utang lancar
Rp 36.999.493
Rp 37.707.827 –
Rp - 708.334
Aktiva lancar
Utang lancar
Rp 36.999.493 = 0,98 =98%
Rp 37.707.827
Total utang
Total aktiva
Rp 192.516.164 = 0,576
= 57,5 %
Rp 333.713.076
Utang jangka panjang
Modal sendiri
Rp 154.809.164 = 1,096
Rp 141.196.085
Utang jangka panjang
Utang jangka panjang + modal sendiri
Rp
154.809.164 = 0,52 = 52%
Rp 154.809.164 + 141.196.085
![]()
Beban bunga per tahun
Rp 12.203.347 = 2,053
Rp 5.941.882
Laba kotor
Penjualan
Rp 9.946.175 = 0,0684
= 6,84%
Rp 145.222.144
Laba operasi
Penjualan
Rp
12.203.347 = 0,084 = 8,4 %
Rp 145.222.144
Laba bersih sesudah pajak
penjualan
Rp 10.355.679 = 0,071 =
7,1%
Rp 145.222.144
Penjualan
Total aktiva
Rp 145.222.144 = 0,435 =
43,5 %
Rp 333.713.076
Laba bersih sesudah pajak
Modal sendiri
Rp 10.355.679 = 0,031 =
3,1 %
Rp 333.713.076
Laba bersih sesudah pajak
Modal sendiri
Rp 10.355.679 = 0,073 = 7,3 %
Rp 141.196.085
(laba bersih sesudah pajak) – (dividend preferen)
Modal sendiri + modal saham preferen
Rp
10.355.679 – 0 = 0,073 =
7,3 %
Rp 141.196.085 – 0
Rp 10.355.679 – 0 = 164.375,86
Rp 63
Rp 46.107.154 = 731.859,59
Rp 63
Rp 141.196.085 – 0 = 2.241.207,70
Rp 63
|
Setiap Rp 1,00 utang lancar dijamin
oleh Rp 0,98 aktifa lancar
57,5% total aktifa dibiayai utang
Ratio sebesar 109,6% berarti
perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri adalah 109,6 %
: 100%
Ratio sebesar 52% menunjukkan bahwa dari keseluruhan modal
jangka panjang sebesar 52% terdiri dari utang jangka panjang
Hal ini menunjukkan bahwa dengan laba
operasi yang dicapai perusahaan mampu membayar baban bunga sebanyak 2,053
kali
Ratio sebesar 6,84% berarti jumlah
laba kotor adalah sebesar 6,84% dari volume penjualan
Ratio sebesar 8,4% menujukkan bahwa
laba operasi adalah sebesar 8,4% dari volume penjualan
Ratio sebesar 7,1% berarti bahwa laba
bersih sesudah pajak yang dicapai adalah sebesar 7,1% dari volume penjualan
Ratio sebesar 0,435 berarti bahwa
penjualan yang dihasilkan hanya sebesar 0,435 dari total aktiva
Ratio sebesr 3,1% berarti bahwa
penghasilan bersih yang diperoleh adalah sebesar 3,1% dari total aktiva
Ratio sebesar 7,3% menunjukkan bahwa
tingkat return yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang
diinvestasikan adalah sebesar 7,3%
Ratio sebesar 7,3% menunjukkan bahwa
tingkat penghasilan bagi pemegang saham biasa adalah sebesar 7,3%
EPS sebesar Rp164.375,86 berarti bahwa
pendapatan per lembar saham bisa yang beredar adalah Rp 164.375,86
Deviden sebesar 731.859,59 menunjukkan jumlah yang
didistribusikan untuk setiap lembar saham biasa
Nilai
sebesarRp2.241.207,70
berarti harga buku per lembar saham biasa yang beredar adalah Rp 2.241.207,70
|
ANALISIS
KEUANGAN PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA TAHUN 2008
RATIO
|
METODE PERHITUNGAN
|
INTERPRETASI
|
4.
LIKUIDITAS
v
NET WORKING CAPITAL
|
aktifa lancar – utang lancar =
31,075,630
- 40,653,690= -(9,578,060)
|
|
v CURRENT RATIO
|
aktifa lancar : utang lancar =
31,075,630
: 40,653,690= 0.764
|
Setiap Rp 1,00 utang lancar dijamin
oleh Rp 0,764 aktifa lancar
|
7.
UTANG
v
DEBT RATIO
|
total utang : total aktifa =
163,732,376
: 290,718,943= 0.563/56,3%
|
56,3% total aktifa dibiayai utang
|
v THE DEBT EQUITY RATIO
|
utang jangka panjang : modal sendiri=
123,078,686 : 126,986,567= 0.969/96,9%
|
Ratio sebesar 96,9% berarti
perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri adalah 96,9 % :
100%
|
v THE DEBT TO TOTAL CAPITALIZATION
|
utang jangka panjang : (utang jangka panjang+ modal sendiri) =
123,078,686
: (123,078,686+126,986,567)= 0.492/ 49,2%
|
Ratio sebesar 49,2% menunjukkan bahwa dari keseluruhan modal
jangka panjang sebesar 49,2% terdiri dari utang jangka panjang
|
v TIME INTEREST EARNED
|
laba operasi : beban bunga per tahun =
12,191,168 : 68,378,465 = 0.178
|
Hal ini menunjukkan bahwa dengan
laba operasi yang dicapai perusahaan mampu membayar baban bunga sebanyak
0,178 kali
|
v TOTAL DEBT COVERAGE
|
|
|
8.
PROFITABILITAS
v
GROS PROFIT
MARGIN
|
laba kotor : penjualan
3,610,759
: 164,208,510 = 0.022 /2,2%
|
Ratio sebesar 2,2%% berarti jumlah
laba kotor adalah sebesar 2,2%% dari volume penjualan
|
v OPERATING PROFIT MARGIN
|
laba operasi : penjualan =
12,191,168
: 164,208,510= 0.074/ 7,4%
|
Ratio sebesar 7,4%% menujukkan
bahwa laba operasi adalah sebesar 7,4% dari volume penjualan
|
v NET PROFIT MARGIN
|
laba bersih sesudah pajak : penjualan =
12,303,716
: 164,208,510 = 0.075/ 7,5%
|
Ratio sebesar 7,5% berarti bahwa
laba bersih sesudah pajak yang dicapai adalah sebesar 7,5% dari volume
penjualan
|
v TOTAL ASSEST TURN OVER
|
penjualan : total
aktifa =
164,208,510
: 290,718,943 = 0.565/56,5%
|
Ratio sebesar 0,565 berarti bahwa
penjualan yang dihasilkan hanya sebesar 0,565 dari total aktiva
|
v RETURN OF INVESTMENT (ROI)
|
laba bersih sesudah pajak : total
aktifa=
-(12,303,716)
: 290,718,943 = (0.042) /-(4.23)%
|
Ratio sebesr -(4.23)% berarti bahwa penghasilan bersih
yang diperoleh adalah sebesar -(4.23)% dari total aktiva
|
v RETURN ON EQUITY (REO)
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
-(12,303,716):
126,986,567 = -(0.097)
|
Ratio sebesar -(0.097)% menunjukkan bahwa tingkat return
yang diperoleh pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan adalah
sebesar -(0.097)%
|
v RETURN ON COMMON STOK
|
laba bersih sesudah pajak : modal
sendiri =
-(12,303,716):
126,986,567 = -(0.097)
|
Ratio sebesar 9,7% menunjukkan bahwa tingkat
penghasilan bagi pemegang saham biasa adalah sebesar -9,7%
|
v EARNING PER SHARE
|
(laba bersih sesudah pajak –
defiden saham preferen) : jumlah lembar saham biasa yang beredar=
(12,303,716)
: 63 = -(195,297)
|
EPS sebesar Rp -(195,297) berarti bahwa pendapatan per
lembar saham bisa yang beredar adalah Rp -(195,297)
|
v DEVIDEN PER SHARE
|
deviden saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
|
Deviden sebesar menunjukkan jumlah yang didistribusikan untuk setiap lembar
saham biasa
|
v BOOK VALUE PER SHARE
|
jumlah modal saham biasa : jumlah
lembar saham biasa yang beredar =
(126,986,567)
:63 =- (2,015,660)
|
Nilai sebesar Rp-(2,015,660)
berarti harga buku per lembar saham biasa
yang beredar adalah Rp -(2,015,660)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar